Free money making opportunity. Join Cashfiesta.com and earn cash.

Minggu, 01 Maret 2015

ni dia situs game online terpercaya. deposit dan withdrawnya lebih minim dibandingkan situs-situs lain loh. cara daftarnya pun gampang. langsung klik aja poker online terpercaya.

Senin, 24 Oktober 2011

Surat Perjanjian Kerjasama Bantuan Penanggulangan Padi Puso (BP3)

Sehubungan dengan adanya program bantuan penanggulangan padi puso yang konon katanya prosesnya sangat rumit (terkait masalah adminstrasi). Nah, untuk itu saya mencoba untuk berbagi contoh surat perjanjian kerja sama badan penanggulangan padi puso yang saya buat beberapa waktu lalu.
mudah-mudahan berguna.
untuk dowload silahkan klik link berikut http://www.ziddu.com/download/16977977/JANJIANKERJASAMABANTUANPENANGGULANGANPADIPUSOBP3.doc.html

Selasa, 05 Juli 2011

BAB I

PENDAHULUAN

Setiap orang memerlukan hidup sehat. Dengan hidup sehat, manusia dapat lebih produktif. Untuk seorang pekerja, kesehatan menjadikan dia lebih produktif. Sedangkan bagi siswa, kesehatan menjadikan dia mampu berkonsentrasi tinggi untuk belajar. Bukan hanya pekerja dan pelajar, setiap orang menginginkan tubuh sehat agar dapat beraktivitas dengan baik.

Penyakit dapat diobati, dihindari, dan dicegah datangnya. Sebelum penyakit itu datang, kita dapat mencegah. Salah satu caranya adalah dengan pola makan yang tepat, gizi seimbang, dan menghindari kebiasaan makanan yang tidak sehat.

Saat ini kita mengenal istilah penyakit yang disebut osteoporosis. Pengertian umum untuk istilah penyakit ini adalah perapuhan tulang. Para penderita penyakit ini akan merasakan tulangnya nyeri. Bahkan tulang yang keropos ini sangat rentan patah. Biasanya osteoporosis diderita oleh orang dewasa, dan tubuh manusia memerlukan zat gizi dalam bentuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Aturan makanan yang baik dulu dikenal dengan slogan "Empat sehat lima sempurna". Saat ini, slogan itu telah disesuaikan dengan sebutan "Makanan dengan gizi seimbang", artinya adalah makanan yang kita makan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan gizi, karena kelebihan atau kekurangan gizi pada manusia menimbulkan persoalan kesehatan.


 

BAB II

KALSIUM DALAM TUBUH MANUSIA

A.    Apa Itu Kalsium?

Kalsium adalah salah satu unsur kimia. Kalsium merupakan salah satu mineral yang amat penting bagi manusia. Fungsinya pada manusia antara lain untuk pembentuk tulang, metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung dan pergerakan otot.

Sebagai unsur kimia, lambang unsurnya adalah Ca dengan nomor atom 20. Bentuk tampilan putih keperakan dengan deret kimia logam-logam alkali tanah, kalsium (Ca) fosfor (P) dan magnesium (Mg), merupakan komponen utama pembentuk tulang. Kalsium pada kerangka manusia orang dewasa beratnya sekitar satu kilogram. Mineral ini diperoleh oleh tubuh manusia melalui penyerapan dari makanan. Dalam masa pertumbuhan, yaitu anak-anak dan remaja, mineral ini diserap oleh tubuh dan digunakan untuk pertumbuhan tulang. Di usia sekitar 20-30 tahun, manusia tidak mampu lagi menyimpan mineral di dalam tulang. Penyerapan mineral oleh tubuh manusia terganggu oleh beberapa sebab, yaitu kurang olahraga, rokok dan minuman beralkohol.

Berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) untuk orang Indonesia usia 10-18 tahun (laki-laki dan wanita) adalah 1000 miligram perhari. Untuk wanita hamil dan menyusui, konsumsi kalsium lebih tinggi, karena ia juga harus menyediakan untuk anaknya. Wanita hamil dan menyusui disarankan 950 miligram perhari.

Kalsium berada dalam tubuh manusia di dalam tulang dan gizi. Jumlahnya sekitar 33% dari seluruh jumlah kalsium pada tubuh manusia. Satu persen kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Kalsium berperan sangat penting dalam sistem saraf, kontraksi otot, pengaturan tekanan darah, dan pelepasan hormon.

Setiap saat tubuh memerlukan kaslium untuk perannya dalam sistem organ tubuh. Kalsium yang diperlukan untuk itu jumlahnya sekitar 1%. Makanan yang dikonsumsi setiap hari menjadi sumber kalsium untuk tubuh. Jika kalsium yang diserap dari makanan itu tidak memenuhi kebutuhan tubuh, maka tubuh akan menyerap kalsium dari dalam tulang, kekurangan makanan yang mengandung kalsium dalam waktu lama akan mengurangi kekuatan tulang karena mineral kalsiumnya telah berkurang, dan tulang akan mengalami pengeroposan tulang.

B.    Penyerapan kalsium oleh tubuh

Kalsium sangat penting dalam tubuh, maka kalsium harus dapat diserap oleh tubuh dengan maksimal.

Beberapa faktor yang meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh antara lain :

1.    Tingkat kebutuhan kita terhadap kalsium

    Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, dan menyusui.

2.    Vitamin D

    Vitamin D merangsang absorbsi kalsium di dalam usus. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih efektif. Vitamin D merupakan regulator positif bagi metabolisme kalsium dan meningkatkan penyerapan kalsium sebanyak 2,5 kali.

3.    Asam Klorida

    Asam klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu penyerapan kalsium dengan menurunkan PH di bagian atas usus halus.

4.    Makanan yang mengandung lemak

Lemak yang meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorbsi kalsium.

Faktor-faktor yang menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh antara lain :

1.    Kekurangan vitamin D

2.    Makanan yang mengandung oksilat seperti bayam

3.    Makanan yang tinggi serat karena mempercepat waktu transit makanan.

C.    Fungsi Kalsium

Kalsium berperan penting dalam seluruh proses perkembangan makhluk hidup, dan kalsium turut berperan aktif dalam tahap perkembangan manusia, yaitu masa kehamilan, anak-anak, remaja dan dewasa.

1.    Gerakan sperma menuju sel telur, mengandalkan energi dari kalsium. Getaran kalsium dapat mengaktifkan sel telur sehingga ia dapat dibuahi, saat itulah terjadi pembuahan. Pada saat yang sama pertikel berbentuk gelombang yang dibentuk oleh calcium mengelilingi sel telur. Inilah yang disebut getaran kalsium.


 

2.    Kalsium adalah pembentuk tulang dalam tubuh manusia. Tulang kepala (tengkorak) melindungi otak yang berfungsi sebagai pusat kendali manusia.

-    Kekurangan kalsium pada anak di bawah 10 tahun dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

-    Kekurangan calcium pada masa muda mempengaruhi semangat belajar dan bekerja serta kesehatan psikologis.

-    Pada masa setengah baya dan usia lanjut, tanpa penambahan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis dan penyakit lainnya.


 

Pengaruh kalsium bagi wanita terjadi pada tiga bulan sesudah kehamilan. Kebutuhan bayi dalam kandungan akan calcium bertambah dengan cepat. Saat ini sang ibu selain mensuplai calcium kandungannya, volume peredaran darah dalam dirinya juga akan bertambah, sehingga menyebabkan calcium dalam darahnya berkurang dan timbullah gejala calcium rendah dalam darah. Lebih lagi kekurangan calcium akan mempengaruhi bayi untuk tumbuh abnormal, bahkan dapat menyebabkan cacat alami pada bayi atau lemah dan mudah terserang penyakit.

Fungsi indung telur pada wanita menopause berkurang, begitu juga pada tingkat kadar hormon wanitanya yang menurun. Dengan demikian kandungan calcium dalam tulang secara nyata berkurang. Di samping itu pada wanita usia lanjut, daya serap usus terhadap calcium akan melemah sehingga tubuhnya dalam kondisi kurang calcium yang paling parah. Dengan kata lain, seumur hidupnya wanita selalu perlu menambah calcium.

Perawatan rangka sangat penting, terutama pada anak-anak. Olahraga yang cukup juga penting untuk melatih kekuatan tulang dan otot.

Sikap tubuh yang salah dan dilakukan terus menerus akan menyebabkan beberapa kelainan antara lain :

1.    Kiposis adalaj kelainan tulang belakang yang membengkok ke belakang.

2.    Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang membengkok ke depan.

3.    Skoliosis adalah tulang belakang yang membengkok ke kanan / ke kiri.

Kelainan tulang dapat dihindari dengan menjaga sikap tubuhmu sebaik mungkin. Selain kebiasaan buruk, kelainan tulang juga dapat terjadi karena penyakit-penyakit tulang yang disebut rakhitis. Agar terhindar dari rakhitis kita harus cukup makan makanan yang begizi dan bervitamin D. kanker tulang, rematik, ostheoporosis, dan TBC tulang dapat menyerang tulang jika tidak bisa menjaga kesehatan.

D.    Perjalanan kalsium di dalam tubuh

Kalsium sangat penting bagi tubuh. Kalsium yang dapat diserap oleh tubuh berbentuk cair. Akan tetapi kita dapat mengkonsumsi kalsium berbentuk padat yang terdapat dalam makanan.

Kelebihan kalsium yang diserap oleh tubuh disimpan di tulang. Aliran cairan tubuh termasuk aliran darah yang membawa kelebihan kalsium itu ke tulang. Kalsium masih dapat terlepas lagidari tulang. Proses ini sebenarnya terjadi secara alami, yaitu tulang menyimpan kalsium dan melepaskannya kembali untuk keperluan di dalam tubuh. Agar tubuh tetap sehat, tentu saja harus ada keseimbangan antara kalsium yang dilepaskan tulang dan kalsium yang disimpan di dalam tulang. Kekurangan kalsium dalam tulang membawa resiko kesehatan tulang. Bila kalsium yang disimpan dalam tulang lebih sedikit daripada yang dilepaskan oleh tulang, maka tulang akan dapat mengalami kerapuhan, mudah patah. Pada tingkat yang lebih parah, kita mengalami penyakit yang disebut osteoporosis.

BAB III

KALSIUM DAN KESEHATAN

A.    Kekurangan Kalsium

Apa yang akan terjadi jika tubuh kita kekurangan kalsium? Kekurangan kalsium dapat menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Masa hamil : gigi linu, sakit punggung dan pinggang ngilu, tegang, lemah, mual di pagi hari, insomnia, keram.
  • Masa menyusui : gigi sakit dan linu, sakit pinggang, keram, osteoporosis, tulang mudah patah.
  • Masa pertumbuhan : pertumbuhan terlambat, menurunnya imunitas tubuh, mudah terserang influenza, pertumbuhan tulang tak baik, kebusukan gigi, mata minus.
  • Orang dewasa : keram otot, tegang dan sulit tidur, jantung berdebar tak normal, badan sering pegal.
  • Menopause : sakit pinggang, insomnia, tegang, nuansa hati tak baik.
  • Manula : insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, tinggi badan menyusut, sakit punggung dan pinggang ngilu, keram.

Terdapat tiga kelompok manusia yang mudah mengalami kekurangan kalsium yaitu :

1.    Bayi

2.    Ibu hamil dan menyusui

3.    Manula

Seorang bayi mengandalkan kalsium dari air susu ibunya. Setelah si bayi berhenti minum air susu ibu, kalsium dari air susu ibunya terhenti. Si bayi perlu mendapatkan kalsium dari makanan, berupa makanan dan susu. Kekurangan kalsium pada anak-anak dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang lemah, perkembangan terlambat, dan sebagainya. Anak yang kekurangan kalsium pada tubuhnya dapat ditandai dengan anak suka mengangis, mempunyai tabiat yang aneh, tidur tak nyenya, sulit tidur, malam terbangun, berkeringat banyak. Selain itu, anak mengalami kebusukan gigi, mata minus, bahkan menurunnya imunitas dan daya tahan tubuh, mudah terserang flu, sakit panas, diare dan sebagainya.

Setelah melahirkan, beberapa wanita merasakan gejala sakit pinggang. Keadaan ini merupakan pertanda bahwa kalsium dalam tubuhnya telah mulai berkurang. Apabila pada masa ini, yaitu kehamilan dan melahirkan, kalsium terlepas terlalu banyak, maka pada masa tua cenderung mengalami osteoporosis.

Kalsim adalah elemen yang memberi kekuatan atau kekerasan pada tulang. Tulang yang kuat dan keras yang mampu menopang berat badan manusia. Apabila di dalam tulang tidak terdapat kalsium yang cukup, akan terjadi kekacauan dalam metabolisme sel tulang, sehingga volume tulang akan berkurang. Inilah yang disebut osteoporosis atau keropos tulang.

B.    Osteporosis

Osteoporosis secara harfiahdapat diartikan tulang porous (berongga), yaitu keadaan dimana massa tulang berkurang dan menjadi rapuh. Pada kondisi tersebut komposisi tulang berangkai tidak berubah, tetapi berat tulang per unit volume menjadi berkurang.pada stadium lanjut, penderita osteoporosis akan mudah mengalami patah tulang jika terbentur atau jatuh, terutama pada bagian tangan, pinggang, dan tulang belakang.

Tidak ada gejala serius pada tahap awal serangan osteoporosis. Oleh sebab itu, banyak orang tidak menyadarinya. Kekurangan kalsium pada tubuh akan diperoleh dari tulang. Dalam waktu yang lama, tulang kehilangan cadangan kalsium, sehingga kekuatan dan kekerasannya berkurang. Osteoporosis berkembang secara lambat dan bertahap, maka penyakit ini biasa disebut "silent disease".

Kondisi rendahnya massa tulang dan tulang keropos ini biasanya baru disadari setelah seseorang mengalami patah tulang karena trauma ringan atau jatuh. Patah tulang akibat osteoporosis umunya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang atau pergelangan tangan.

Osteoporosis dapat disebabkan oleh massa tulang yang tidak maksimal di masa peak bone massa (puncak massa tulang) pada umur sekitar 30 tahun. Pada wanita yang telah mengalami menopause, massa tulang dapat turun drastic dan beresiko menyebabkan osteoporosis (rapuh tulang). Wanita kehilangan sekitar 10% massa tulangnya pada lima tahun pertama masa menopause. Penelitian-penelitian menunjukkan sekitar separuh dari wanita berusia di atas 60 tahun mengalami sekurangnya satu kali patah tulang akibat osteoporosis.

Ada sekelompok orang yang beresiko tinggi terkena penyakit osteoporosis yaitu :

  • Orang yang berusia lanjut, karena semakin tua kemampuan tubuh menyerap kalsium oleh usus semakin berkurang.
  • Wanita menurut Departemen Kesehatan RI, wanita memiliki resiko osteoporosis lebih tinggi dari 21,7 %. Walau tak setinggi pada wanita, pria juga beresiko terkena penyakit ini pada angka 14,8%
  • Orang yang kekurangan asupan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D.
  • Orang yang mempunyai gaya hidup tak sehat, antara lain : kurang berolahraga, banyak merokok, dan mengkonsumsi alcohol serta minuman yang berkafein.
  • Orang yang mengalami menopause dini (sebelum umur 45 tahun) atau telah mengalami menopause.
  • Orang yang memiliki postur tubuh yang kurus dan kerdil.
  • Orang yang rendah tingkat hormon seksual (estrogen pada wanita dan testosteron pada pria)
  • Orang dalam pengibatan penyakit tertentu yang mempercepat kehilangan massa tulang atau mempengaruhi metabolisme tulang.

Osteoporosis disebabkan dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu, penyembuhannya pun tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Langkah terbaik tentu saja menghindari kerapuhan tulang itu. Penderita osteoporosis menanggung penderita patah tulang saat tulangnya sudah rapuh. Kerapuhan itu terjadi dalam waktu yang lama. Langkah terbaik tentu saja dengan pencegahan sebelum tulang itu rapuh.

BAB IV

KALSIUM PADA MAKANAN

Ada banyak alasan yang membuat tubuh kita membutuhkan makanan. Manusi membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Perut akan merasa lapar jika semua makanan dalam perut telah diproses.

Tubuh membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Setiap bagian tubuh menggunakan energi yang berasal dari makanan. Tanpa makanan yang cukup, tubuh tidak dapat tumbuh dengan baik. Makanan juga digunakan oleh tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat. Oleh karena itu kita membutuhkan makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ada enam jenis nutrisi utama dalam makanan yang penting bagi tubuh. Keenam nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang seimbang. Jika kekurangan salah satu, dapat mempengaruhi pertumbuhan tubuh.

A.    Zat nutrisi pada makanan

  • Karbohidrat (hidrat arang)

    Karbohidrat diperlukan tubuh dalam jumlah yang besar. Banyak bahan makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat. Seperti beras, sagu dan gandum.

  • Protein

    Fungsi utama protein dalam tubuh adalah sebagai zat pembangun, pembentuk sel yang baru, juga pengganti sel-sel yang rusak. Sumber protein ada dua yaitu dari hewan dan tumbuhan.


     

  •  
  • Lemak

    Lemak merupakan sumber energi yang mengandung kalori terbanyak. Fungsi lemak adalah sumber energi, juga sebagai pelarut vitamin A, D, E, K. Lemak juga merupakan pelindung organ dalam seperti jantung, dan sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah.

  • Mineral

    Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun dalam jumlah kecil, dan berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Jika tubuh kita kekurangan mineral, maka kesehatan kita akan terganggu.

  • Vitamin

    Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur. Vitamin penting juga bagi pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan. Vitamin harus ada dalam tubuh manusia. Kekurangan vitamin menyebabkan kita mudah terserang penyakit. Penyakit akibat kekurangan vitamin disebut "avitaminosis", dan vitamin yang dibutuhkan tubuh antara lain vitamin A, B, C, D, E dan K.

  • Air

    Air mempunyai fungsi yang sama pentingnya. Fungsi utama air adalah sebagai berikut :

    • Mengangkut zat-zat makanan ke jaringan-jaringan tubuh.
    • Mengangkat sampah dari jaringan keluar dari tubuh.
    • Mengatur suhu tubuh.

Tubuh kita membutuhkan air mineral 2,5 liter setiap hari. Apabila tubuh kekurangan air, kita akan merasa haus. Tubuh kita agak keras. Bila hal tersebut terus terjadi, maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan kebutuhan air kita, sedangkan kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin dan aktivitas yang dilakukan

B.    Makanan yang mengandung kalsium

Sepanjang hidup, kita membutuhkan kalsium, mulai dari bayi sampai usia tua. Jumlah kebutuhan kalsium berbeda-beda untuk usia yang berbeda. Demikian juga dengan jenis kelamin membedakan asupan. Angka kecukupan kalsium rata-rata yang dianjurkan di Indonesia adalah 500 – 800 mg per orang per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause para ahli cenderung menganjurkan asupan sampai sekitar 1.000 mg/hari.

Susu memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak. Susu kambing 98 mg/100 gr, susu kerbau 216 mg/gr, susu bubuk full cream 895 mg/gr, susu bubuk skim 1.300 mg/gr, dan keju 777 mg/gr.

Kalsium bisa diperoleh dari sayuran hijau (bayam misalnya), buah-buahan, brokoli, serta tempe dan tahu. Dalam 100 gram kacang kedelai basah memiliki 196 mg kalsium, 100 gram kacang kedelai kering mengandung 227 mg kalsium. Dalam 100 gram sari kedelai bubuk terdapat 450 mg kalsium. Bungkil kacang tanah memiliki kandungan kalsium lebih banyak, yaitu 730 mg, sedangkan tempe kedelai murni 129 mg dan tahu 124 mg.

Sayuran yang mengandung kalsium antara lain : daun lamtoro 1.500 mg, daun kelor 440 mg, bayam merah 368 mg, bayam hijau 267 mg, daun talas 302 mg dan daun mlinjo 219 mg.

Banyak orang menyadari pentingnya kalsium dalam tubuh. Beberapa produsen makanan sehat menawarkan suplemen berkalsium tinggi. Produk-produk susu juga telah dilengkapi dan ditambahkan kalsium ke dalamnya. Bahkan ada produk susu yang khusus ditujukan untuk mencegah osteoporosis. Susu ini mengandung kalsium tinggi.

Ada tiga jenis suplemen kalsium yaitu : kalsium karbonat, kalsium sitrat, dan kalsium fosfat. Kalsium karbonat paling banyak digunakan dalam suplemen. Jenis ini paling baik diserap ketika dicerna bersama makanan. Kalsium sitrat justru penyerapannya paling baik jika dicerna tanpa makanan. Pada manusia normal, penyerapan dua jenis kalsium itu tidak banyak berbeda dan sebaik penyerapan kalsium dari susu. Pada sejumlah kecil individu dengan aclochydria (tidak ada asam pencernaan), kalsium sitrat ini lebih baik penyerapannya.

BAB V

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dengan hidup sehat, manusia dapat lebih produktif, karena dengan hidup sehat kita dapat beraktivitas dengan baik.

Kalsium salah satu mineral yang amat penting bagi manusia. Fungsinya untuk pembentukan tulang, metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.

B.    Saran

Manusia harus sadar, dengan beredarnya macam-macam makanan yang terlihat unik namun bisa mengakibatkan fatal dengan mengkonsumsi sangat berlebihan. Maka dari itu, kita harus lebih mengutamakan makanan kesehatan.


 

DAFTAR PUSTAKA

Edison. USA : Addison Permata Yasin. M. 2002. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : Cisafindo.

http://www.info-sehat.com/

http://www.keluarga sehat.com/

http://www.indomedia.com/

intisari/1999/September/kalsium.htm

HOW TO BUILD COMMUNICATION SKILL?

Dear all,
I just have a problem, it caused that I don't have any knowledge about how to communicate to other person. May be you all know how the way to be a good communicator? 
I always waiting for your advice, comment and suggested to me...!
Thank's all.

PSIKOLOGI UMUM MENGENAI BAKAT


A.  Perbedaan-Perbedaan Dalam Bakat
                  Sifat khas yang bersumber pada bakat besar peranannya dalam proses pendidikan, dan adalah hal yang ideal kalau kita dapat memberikan pendidikan yang benar-benar sesuai dengan bakat para anak didik kita.
            Tentang bakat, masalahnya sudah sama tuanya dengan manusia sendiri. Sejak dahulu kala orang sudah berusaha menggarap masalah ini walaupun tentu saja kalau dipandang dari kacamata ilmu pengetahuan dewasa ini hasilnya masih sangat jauh dari memuaskan. Urgensi untuk menggarap masalah ini tetap ada sampai sekarang. Terlebih-lebih dalam hubungan dengan pendidikan dan pemilikan lapangan kerja. Suatu hal yang dipandang Self evident ialah bahwa seseorang akan berhasil kalau dia belajar dalam lapangan yang sesuai dwengan bakatnya. Demikian pula dalam lapangan kerja, seseorang akan berhasil kalau dia bekerja dalam lapangan yang sesuai dengan bakatnya.
            Dipandang dari segi pendidikan adalah mendesak sekali untuk mengenal bakat-bakat para anak didik seawal mungkin, tapi ini tidak mudah untuk dilaksanakan. Telah banyak usaha telah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ditemukan alat/cara yang benar-benar memadai. Dalam pembahasan ini akan dicoba disoroti masalah bakat itu dari dua arah, sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan :
1.   Apakah bakat itu ?
2.   Bagaimanakah cara kita mengenal bakat seseorang ?
Hal yang pertama terutama bersifat konsepsional, teoritis sedangkan hal kedua lebih bersifat metodologis.

B.  Apakah bakat itu ?
             Pertanyaan mengenai, apakah bakat itu ? justru dalam bentuknya demikian itu, telah banyak sekali menimbulkan persoalan. Usaha untuk menjawab pertanyaan tersebut telah melahirkan bermacam-macam jawaban. Sebagai ilustrasi di bawah ini diberikan beberapa definisi, sebagai hasil dari usaha menjawab pertanyaan di atas.
William B. Michael memberi definisi mengenai bakat sebagai berikut :
An attitude may be defined as a person capacity or hypothetical potential, for acquisition of a certain more or less well defined pattern of behavior involved in the performance of a task respect to which the individual has had little or no previous training
( Michael, 1960. P. 59 )
Jadi Michael meninjau bakat itu terutama dari segi kemampuan individu untuk melakukan sesuatu tugas yang sedikit tergantung kepada latihan mengenai hal tersebut.
            Bingham memberikan definisi sebagai berikut :
Attitude …as a condition ourself of characteristic regarded  as symptomatic of an individuals ability to a quaire with training some ( usually specified ) knowledge, skill or set of responses such as the ability to speak a language, to produce music, etc.
(Bingham, 1973. P. 16 )
Dalam definisi ini Bingham menitik beratkan pada bagian yang dapat dilakukan oleh individu, jadi segi performance setelah individu mendapatkan latihan.
            Woodwort dan Marquis memberikan definisi demikian :
Attitude is predictable achievement and can be measured by specially deviced test. (Woodwort, Marquis, 1957. P. 58 )
Bakat ( attitude ) dimasukkan dalam kemampuan ( ability ). Menurut di ability mempunyai 3 arti yaitu :
1.   Achievement yang merupakan potensial actual ability yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu.
2.   Capacity yang merupakan potencial ability yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan individu.
3.   Attitude, yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu.
Selanjutnya Guilford memberikan definisi yang lain lagi, contohnya yaitu: Attitude pertains to abilities to perform, there are actually as many abilities as there are actions to be performed hence traits of the kind are very numerous. (Guilford, 1959. P. 8 ).
Guilford mengemukakan bahwa attitude itu mencakup 3 dimensi psikologis, yaitu :
1.   Dimensi perseptual
2.   Dimensi psikomotor
3.   Dimensi intelektual
 
C.  Bagaimanakah Caranya Kita Mengenal Bakat Seseorang ?
                  Menurut sejarahnya usaha pengenalan bakat itu mula-mula terjadi pasda bidang kerja tetapi kemudian juga dalam bidang pendidikan. Bahkan dewasa ini dalam bidang pendidikan, usaha yang paling banyak dilakukan.
                  Dalam prakteknya hampir semua ahli yang menyusun test untuk mengungkap bakat bertolak dari dasar pikiran analisis faktor.
      Pendapat Guilford yang telah disajikan di muka itu merupakan salah satu contoh dari pola pemikiran yang demikian itu. Apa yang dikemukakan oleg Guilford itu adalah hal ( materi ) yang ada pada individu, yang diperlukan untuk aktivitas apa saja, jelasnya untuk setiap aktivitas diperlukan berfungsinya faktor-faktor tersebut. Pemberian nama terhadap berjenis-jenis bakat biasanya dilakukan berdasar atas demi lapangan apa bakat tersebut berfungsi. Misalnya : bakat matematika, bakat bahasa, dan sebagainya.
                  Dengan demikian, macamnya bakat akan sangat tergantung pada konteks kebudayaan di mana seseorang individu hidup. Mungkin pula dalam bidang kerja. Sebenarnya setiap bidang studi/bidang kerja dibutuhkan berfungsinya lebih dari satu faktor bakat saja. Bermacam-macam faktor mungkin diperlukan berfungsinya untuk suatu lapangan studi atau lapangan kerja tertentu. Suatu contoh misalnya bakat untuk belajar di Fakultas Tehnik akan memerlukan berfungsinya faktor-faktor mengenai bilangan, ruang, berfikir abstrak, bahasa, mekanik dan mungkin masih banyak lagi. Oleh karena itu ada kecenderungan di antara para ahli sekarang untuk mendasarkan pengukuran bakat itu pada pendapat, bahwa pada setiap individu sebenarnya terdapat semua faktor-faktor yang diperlukan untuk berbagai macam lapangan, hanya dengan kombinasi, konstilasi dan intensitas yang berbeda-beda. Karena itu biasanya yang dilakukan dalam diagnosis tentang bakat adalah membuat urutan (rangking) mengenai berbagai bakat pada setiap individu.
                  Prosedur yang biasanya ditempuh adalah :
a.       Melakukan analisis jabatan ( job analysis ) atau analisi lapangan studi untuk menemukan faktor apa saja yang diperlukan supaya orang dapat berhasil dalam lapangan dan sebagainya.
b.      Dari hasil analisis tersebut dibuat pecandraan jabatan ( job description ) atau pecandraan lapangan studi.
c.       Dari pecandraan jabatan atau pecandraan lapangan studi diketahui persyaratan apa yang harus dipenuhi supaya individu dapat lebih berhasil dalam lapangan tertentu.
d.      Dari persyaratan itu sebagai landasan disusun alat pengungkapnya yang biasanya berwujud tes.

DAFTAR PUSTAKA


Sumadi Suryabrata, B.A, Drs, MA, Ed. S,Ph.D. Psikologi Pendidikan. PT. Rajawali : Yogyakarta, 1984.




Anastasi, A. Differential Psychology. New York, Mac Millan, 1958.
 


Sabtu, 02 Juli 2011

MEMBENAHI PENDIDIKAN AGAMA

MEMBENAHI PENDIDIKAN AGAMA

Remaja saat ini sedang mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satu hal yang disoroti dari remaja berkaitan dengan krisis moral banyaknya kasus tawuran antar pelajar dan tindak kriminal lainnya yang melibatkan remaja merupakan bukti bahwa moralitas remaja masih rendah. Dengan dasar itulah, berbagai pihak memandang perlu pembelajaran budi pekerti.

Proses pelaksanaan pendidikan agama di tanah air kita, meliputi semua agama, telah berlangsung sejak awal masuknya agama-agama itu di kepulauan kita yang waktu itu belum bernama Indonesia. semua agama membawa misi pendidikan. Mula-mula pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk dan metode yang sederhana, kemudian lambat laun mengalami perkembangan dan penyempurnaan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat mewujudkan tujuan pokok pendidikan agama.

Semenjak kemunculan krisis berbagai bidang di negara kita sekitar tahun 1977, timbul rasa keprihatinan yang besar dari para pemuka masyarakat dan pemuka agama terhadap kemerosotan akhlak bangsa. Induk dari segala krisis itu bermula dari kemerotan akhlak. Dikalangan para pakar pendidikan, mulai dikaji kembali pelaksanaa pendidikan agama di sekolah-sekolah. Sebagian dari mereka menyerukan perlunya diberikan pendidikan budi pekerti.

Perlu diingat bahwa pengaruh pendidikan agama di sekolah hanyalah salah satu faktor pembentuk moralitas peserta didik. Di samping itu, masih ada pengaruh dari pendidikan dalam keluarga, dan pengaruh dari lingkungan masyarakat. Pengaruh dari dua pusat pendidikan yang tersebut terakhir ini perlu dicermati jika kita ingin menemukan penyebab terjadinya kemerosotan akhlak, baik dikalangan orang tua maupun anak-anak. Selain dari faktor pendidikan agama, masih ada faktor lain yang dapat membentuk moral manusia.

Sungguh sangat berat tugas para guru agama dan ulama/rohaniwan karena mereka dengan susah payah memberikan pelajaran moral kepada anak-anak didik, tetapi dalam masyarakat justru sekarang ini banyak dijumpai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebagai contoh, murid-murid di sekolah diajari untuk menjauhkan diri dari judi dan minuman keras. Akan tetapi, di dekat sekolah bahkan kadang di dekat masjid, penjualan kupon judi togel dan minuman keras berlangsung dengan aman-aman saja. Oleh karena itu, jika kita ingin memperbaiki moral bangsa ini, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama menanggulanginya.

Masalah lain adalah perlunya saran-saran dari masyarakat, khususnya dari pakar pendidikan, diantaranya ialah agar guru pendidikan agama tidak hanya mengajarkan nilai-nilai akhlak (budi pekerti), tetapi juga dilengkapi dengan norma kesopanan (tata krama).

Pemecahan masalah sangat penting dalam rangka penghayatan ajaran agama oleh peserta didik. Misalnya, guru mengajak anak didik untuk membahas masalah-masalah aktual yang berkaitan dengan kemerosotan moral. Selain itu diperlukan jalinan kerja sama yang terpadu antara instansi departemen yang terkait dan segenap komponen masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan akhlak ini menjadi tanggung jawab bersama dari pemerintah dan seluruh komponen masyarakat.

Jumat, 01 Juli 2011

SEJARAH, PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DAN KECENDERUNGANNYA

A. SEJARAH KEPERAWATAN

Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini, keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang, berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia :

1. Mother Instink
Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan, keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan, mengurangi stimulus kurang menyenangkan, merawat anak, menyusui anak dan masih banyak perilaku lainnya.

2. Animisme
Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabkan oleh arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang hidup atau pada alam (batu besar, pohon, gunung, sungai, api, dll). Untuk mengupayakan penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus diusir, para dukun mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. Setelah dirasa mendapatkan kemampuan, para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan yang berasal dari alam.

3. Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa
Pada tahap ini manusia sudah memiliki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa, manusia yang sakit disebabkan oleh kemarahan dewa. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit dapat dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil), dengan demikian dapat dikatakan bahwa kuil adalah tempat pelayanan kesehatan.

4. Ketabiban
Mulai berkembang kemungkinan sejak + 14 abad SM, pada masa ini telah dikenal teknik pembidaian, hygiene umum, dan anatomi manusia.

5. Diakones dan Philantrop
Berkembang sejak + 400 SM, para diakones memberikan pelayanan perawatan yang diberikan dari rumah ke rumah, tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan pelayana kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu keperawatan kesehatan masyarakat. Philantrop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari keramaian dunia, dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan di pusat pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu.

6. Perkembangan ilmu kedokteran Islam
Pada tahun 632 Masehi, agama Islam melalui Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok dunia. Selain menyebarkan ajaran agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pengobatan terhadap penyakit (kedokteran).

7. Perawat terdidik (600-1583)
Pada masa ini pendidikan mulai muncul, dimana program itu menghasilkan perawat-perawat terdidik. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. Pada awalnya perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana mereka diperbantukan dalam kegiatan perawatan pasca terjadinya perang salib. Tokoh perawat yang terkenal pada saat (1182 – 1226) itu adalah St. Fransiscas dari Asisi Italia.

8. Perawat Profesional (Abad 18-19)
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu kedokteran dan keperawatan. Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa dalam pengembangan ilmu keperawatan, beliau mendirikan sekolah keperawatan modern pada tahun 1960 di RS St. Thomas di London.
Melihat perkembangan keperawatan di dunia dengan kemajuannya dari tahap yang paling klasik sampai dengan terciptanya tenaga keperawatan yang professional dan diakui oleh dunia internasional tentu dapat dijadikan cerminan bagi perkembangan keperawatan di Indonesia.


B. PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

Dalam perkembangan keperawatan terdapat beberapa pendapat, diantaranya :
a. Yura H. dan Walsh pada tahun 1983 menjelaskan dalam melakukan proses keperawatan harus memiliki 4 tahap, perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap perencanaan, dan tahap evaluasi.
b. Knowles pada tahun 1967 menyampaikan proses keperawatan dapat dilakukan dengan menggunakan 5D. Diantara discover (menemukan), delve (mengkaji), decide (memutuskan), do (mengerjakan), dan discriminate (melakukan pemisahan).
c. Oren menyampaikan keperawatan sebagai kegiatan yang dilakukan melalui beberapa pertimbangan dengan menggunakan beberapa tahapan dalam asuhan keperawatan yaitu menentukan diagnosis dan perintah, menentukan mengapa keperawatan dibutuhkan, menganalisis dan menginterpretasikan dengan membuat keputusan merencanakan perawatan.
d. Roy, dalam melakukan keperawatan sebaiknya menggunakan 6 tahapan diantaranya : mengkaji tingkah laku klien, mengkaji faktor yang mempengaruhinya, mengidentifikasi masalah, merumuskan tujuan, melakukan intervensi keperawatan, melakukan seleksi, dan melakukan evaluasi.
e. Pada tahun 1982 dari National Council of State Boards of Nursing mengemukakan bahwa proses keperawatan dibagi menjadi lima tahap diantaranya : tahap pengkajian, tahap analisis (diagnosis), tahap perencanaan, tahap implementasi dan tahap evaluasi.
Proses keperawatan sebagai alat bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien memiliki arti penting bagi kedua belah pihak yaitu perawat dan klien. Sebagai seorang perawat proses keperawatan dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemecahan masalah klien. Dapat menunjukkan profesi yang memiliki profesionalitas yang tinggi, serta dapat memberikan kebebasan kepada klien untuk mendapatkan pelayanan yang cukup sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya baik dari perawat maupun klien. Manfaat tersebut antara lain dapat meningkatkan kemandirian pada perawat dalam melaksanakan tugasnya karena dalam proses keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan yang berupa langkah-langkah proses keperawatan. Akan dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas, karena klien akan merasakan kepuasan setelah melakukan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan. Akan dapat selalu meningkatkan kemampuan intelektual dan teknikal dalam tindakan.
a. Sejarah perkembangan keperawatan di dunia.
Perkembangan keperawatan di dunia dapat diawali :
1. Sejak zaman manusia diciptakan (manusia itu ada) dimana pada dasarnya manusia telah diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu. Naluri yang sederhana adalah memelihara kesehatan. Perawat harus memiliki naluri (mother instinct).
2. Zaman keagamaan, zaman keperawatan ini mulai bergeser kearah spiritual dimana seseorang yang sakit yang disebabkan karena adanya dosa atau kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah, sehingga pada waktu itu pemimpin agama dapat disebut tabib yang mengobati pasien.
3. Zaman masehi, keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama nasrani. Dimana pada saat itu banyak membentuk diakones (deaconesses), suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungi orang sakit sedangkan laki-laki diberikan tugas dalam memberikan perawatan atau mengubur yang meninggal, sehingga pada saat itu berdirilah rumah sakit di Roma seperti Monastic Hospital. Pada saat itu rumah sakit digunakan sebagai tempat merawat orang sakit, orang cacat, miskin, yatim piatu.
Pada saat itu pula, di daratan benua Asia, khususnya di Timur Tengah perkembangan keperawatan mulai maju seiring dengan perkembangan Islam. Keberhasilan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ilmu pasti, kimia, kesehatan, dan obat-obatan. Sebagaimana dalam Al-Qur’an dituliskan pentingnya menjaga kebersihan diri, makanan, lingkungan, dll.
4. Zaman permulaan pada abad ke 21, pada permulaan perkembangan keperawatan berubah. Tidak lagi dikaitkan dengan faktor keagamaan, akan tetapi berubah kepada faktor kekuasaan, mengingat pada masa itu adalah masa perang dan terjadi eksplorasi alam sehingga pesatlah perkembangan pengetahuan. Pada masa itu tempat ibadah yang dahulu digunakan untuk merawat orang sakit tidak lagi digunakan.
5. Zaman sebelum perang dunia ke 2, pada masa perang dunia kedua ini timbul prinsip rasa cinta sesama manusia dimana saling membantu sesama manusia yang membutuhkan. Usaha Florence adalah dengan menetapkan struktur dasar dipendidikan perawat diantaranya mendirikan sekolah perawat, menetapkan tujuan pendidikan perawat serta menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki pada calon perawat.
Perkembangan organisasi keperawatan profesional
Sejalan dengan perkembangan keperawatan, jumlah organisasi keperawatan yang telah dibentuk semakin meningkat. Organisasi ini berfungsi pada tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional. Beberapa organisasi tersebut, diantaranya sebagai berikut :
1. American Nurse Association (ANA), didirikan pada tahun 1896 yang merupakan organisasi profesional nasional yang mewakili semua perawat terdaftar di Amerika Serikat. Tujuan ANA adalah meningkatkan standar praktek keperawatan yang tinggi, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum di tempat kerja.
2. Nasional Student Nurses Association (NSNA) didirikan pada tahun 1952 untuk mewakili mahasiswa keperawatan pada tingkat asosiat, diploma, sarjana, master umum dan program doctoral untuk mendapatkan lisensi sebagai perawat yang terdaftar dalam program penyelesaian BSN.
3. National Language for Nursing (NLN) adalah sebuah organisasi yang misinya meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan yang mempersiapkan tenaga keperawatan untuk memenuhi kebutuhan populasi yang beragam dalam lingkungan perawat kesehatan.
4. International Council of Nurse (ICN) dibentuk pada tahun 1899 sebagai organisasi internasional pertama dan terbesar untuk professional kesehatan. Tujuan ICN adalah memastikan asuhan keperawatan yang berkualitas untuk semua orang, menyuarakan kebijakan kesehatan secara global, meningkatkan pengetahuan keperawatan, dan membentuk profesi keperawatan yang dihargai dan tenaga keperawatan yang kompeten serta memuaskan seluruh dunia.
b. Perkembangan keperawatan di Indonesia
Seperti halnya perkembangan keperawatan di dunia, di Indonesia pada awalnya pelayanan masyarakat masih didasarkan pada naluri, kemudian berkembang menjadi aliran animisme, dan orang bijak beragama.
Dalam perkembangannya di Indonesia dibagi menjadi dua masa diantaranya :
1. Masa sebelum merdeka. Pada masa itu di Negara Indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perawat yang berasal dari Indo disebut sebagai varileges dengan dibantu oleh zieken oppasser sebagai penjaga orang sakit, perawat tersebut pertama kali bekerja di rumah sakit Binnen Hospital yang terletak di Jakarta pada tahun 1799, yang ditugaskan untuk memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda.
Beberapa rumah sakit dibangun khususnya di Jakarta yaitu pada tahun 1819, didirikan rumah sakit Stadsverland, kemudian pada tahun 1919 rumah sakit tersebut pindah ke Salemba dan sekarang dikenal dengan nama RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Pada tahun 1942-1945 terjadi kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang, perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.
2. Masa setelah kemerdekaan. Pada tahun 1949 telah banyak rumah sakit yang telah didirikan serta balai pengobatan dan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, pada tahun 1952 didirikan sekolah perawat, tahun 1962 telah dibuka pendidikan keperawatan setara dengan diploma, dan pada tahun 1985 untuk pertama kalinya dibuka pendidikan keperawatan setingkat dengan sarjana yang dilaksanakan di Universitas Indonesia dengan nama program studi ilmu keperawatan dan akhirnya dengan berkembangnya ilmu keperawatan, maka menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan dan beberapa tahun kemudian diikuti berdirinya pendidikan keperawatan setingkat S1 diberbagai universitas di Indonesia seperti di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain-lain.
Tahun 1983 merupakan tahun kebangkitan profesi keperawatan di Indonesia, dari sinilah awal perkembangan profesi keperawatan yang sampai sekarang ini masih diperjuangkan. Karena keperawatan di Indonesia sudah diakui sebagai suatu profesi, maka pelayanan atau asuhan keperawatan yang diberikan harus didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Hal ini sejalan dengan tuntutan UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan terutama pada pasal 32 yang berbunyi :
- Ayat 3 : Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
- Ayat 4 : Pelaksanaan pengobatan atau keperawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.
* 1992 merupakan tahun penting bagi profesi keperawatan karena secara hukum keberadaan tenaga perawat sebagai profesi diakui dalam undang-undang yaitu UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tenaga kesehatan sebagai penjabaran.
* 1995 dibuka S1 di Pajajaran, program S1 keperawatan UI mejadi Fakultas Keperawatan, tahun 1998 S1 dibuka di Universitas Gajah Mada, kurikulum Ners disahkan.

C. KECENDERUNGANNYA

Jika dianalisa lebih mendalam, ada empat tantangan utama yang sangat menentukan terjadinya perubahan dan perkembangan keperawatan di Indonesia, yang secara nyata dapat dirasakan khususnya dalam sistem pendidikan keperawatan :
1. Transisi pola masyarakat Indonesia
Pergeseran pola masyarakat dari agrikultur ke masyarakat industri dan dari masyarakat tradisional berkembang menjadi masyarakat Indonesia, termasuk aspek kesehatan. Kendatipun masih ada masyarakat Indonesia yang menderita penyakit terkait dengan kemiskinan seperti infeksi, penyakit yang disebabkan oleh kurang gizi dan pemukiman tidak sehat, tetapi penyakit atau kelainan kesehatan akibat pola hidup modern juga semakin meningkat. Angka kematian bayi dan angka kematian ibu sebagai indikator derajat kesehatan masih tinggi.
Peningkatan umur harapan hidup juga mengakibatkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan urbanisasi, pencemaran kesehatan lingkungan, dan kecelakaan kerja cenderung meningkat sejalan dengan pembangunan industri. Selain masalah kesehatan yang makin kompleks, pergeseran nilai-nilai keluarga pun turut terpengaruh dimana berkembang kecenderungan keluarga terhadap anggotanya menjadi berkurang. Keadaan ini akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia yang cenderung meningkat jumlahnya dan sangat memerlukan dukungan keluarga.
2. Perkembangan
Perkembangan IPTEK menuntut kemampuan spesifikasi dan penelitian bukan saja agar dapat memanfaatkan IPTEK, tetapi juga untuk menapis dan memastikan hanya IPTEK sesuai dengan kebutuhan dan sosial budaya masyarakat Indonesia yang akan diadopsi disamping tentunya untuk mengembangkan IPTEK baru lainnya. IPTEK juga berdampak pada biaya kesehatan yang makin tinggi dan pilihan tindakan penanggulangan masalah kesehatan yang makin banyak dan kompleks, selain tentunya menurunkan jumlah dari rawat (Hamid, 1997; Jerningan, 1988). Penurunan jumlah hari rawat mempengaruhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih berfokus kepada kualitas bukan hanya kuantitas, serta meningkatkan kebutuhan untuk pelayanan/asuhan keperawatan di rumah dengan mengikutsertakan klien dan keluarganya.
Perkembangan IPTEK harus diikuti dengan upaya perlindungan terhadap hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, hak untuk diberitahu, hak untuk memilih tindakan yang akan dilakukan dan hak untuk didengarkan pendapatnya. Oleh karena itu, pengguna jasa pelayanan kesehatan perlu memberikan persetujuan secara tertulis sebelum dilakukan tindakan (informed cinsent).
3. Globalisasi dalam pelayanan kesehatan
Pada dasarnya dua hal utama globalisasi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan adalah : 1) tersedianya alternatif pelayanan, dan 2) persaingan penyelenggaraan pelayanan untuk menarik minat pemakai jasa pelayanan kualitas untuk memberikan jasa pelayanan kesehatan yang terbaik. Untuk hal ini berarti tenaga kesehatan, khususnya tenaga keperawatan diharapkan untuk dapat memenuhi standar global dalam memberikan pelayanan/asuhan keperawatan. Dengan demikian diperlukan perawat yang mempunyai kemampuan professional dengan standar internasional dalam aspek intelektual, interpersonal dan teknikal, bahkan peka terhadap perbedaan sosial budaya dan mempunyai pengetahuan transtruktural yang luas serta mampu memanfaatkan alih IPTEK.
4. Tuntutan profesi keperawatan
Keyakinan bahwa keperawatan merupakan profesi harus disertai dengan realisasi, pemenuhan karakteristik keperawatan sebagai profesi yang disebut dengan professional (Kelly & Joel, 1995)
Karakteristik profesi yaitu :
1. Memiliki dan memperkaya tubuh pengetahuan melalui penelitian.
2. Memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada orang lain.
3. Pendidikan yang memenuhi standar.
4. Terdapat pengendalian terhadap praktek.
5. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan.
6. Merupakan karir seumur hidup.
7. Mempunyai fungsi mandiri dan kolaborasi.
Dapat disimpulkan bahwa menghadapi tantangan yang sangat berat tersebut, diperlukan perawat dengan sikap yang selalu dilandasi oleh kaidah etik profesi upaya yang paling strategik untuk dapat menghasilkan perawat profesional melalui pendidikan keperawatan profesional dan beberapa langkah yang telah disebutkan diatas.

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat Aziz Alimum. 2002. Pengantar Dokumentasi Keperawatan. Jakarta : Salemba Merdeka.
Alim, Zaidin. 2001. Dasar-dasar Keperawatan Profesional. Jakarta : Widiya Medika
Wahyudin, S.Kep. NS. 2008. Keperawatan Profesional. Watampone
http://www.google 2001.co.id
http://perawatlegal.word press.com